سلامات داتانغ

Senin, 23 November 2015

kolera

Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Kolera

   about a year ago  
Vibrio cholerae

Kolera adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan karena mengonsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi dengan bakteri vibrio cholerae (v. cholerae). Kolera menjadi masalah kesehatan bagi penduduk di negara-negara berkembang di dunia, terutama di Afrika, Asia Selatan dan Amerika Latin.

Sebagian orang yang terkena kolera akan mengalami diare dalam jumlah berlebih dan mengalami dehidrasi hebat hingga menyebabkan kematian. Umumnya orang akan terkena kolera setelah menelan bakteri vibrio cholerae yang sudah mengontaminasi sumber makanan atau air. Sekitar 5%-10% dari orang yang sebelumnya sehat akan mengalami diare hebat dalam waktu sekitar satu sampai lima jam setelah menelan bakteri vibrio cholerae.

Gejala dan tanda kolera 

Gejala dan tanda kolera adalah diare yang biasanya disertai dengan bintik-bintik putih (lendir dan sel epitel) yang seukuran beras. Volume diare bisa sangat tinggi yaitu bisa 10 sampai 18 liter selama 24 jam pada orang dewasa dengan 70 kg berat badan. Selain itu, biasanya disertai salah satu atau beberapa gejala berikut: 
  • Muntah
  • Denyut nadi cepat
  • Hilangnya elastisitas kulit
  • Membran mukosa kering
  • Tekanan darah turun
  • Haus
  • Kram otot
  • Gelisah atau lekas marah (terutama pada anak-anak).
Mereka yang terinfeksi memerlukan terapi rehidrasi segera untuk mencegah penyakit ini berkembang menjadi keadaan serius. Jika tidak diobati, dehidrasi berat akibat kolera akan menyebabkan shock hingga kematian. Dehidrasi berat seringkali terjadi pada 4-8 jam setelah diare pertama, dan pada orang yang tidak diobati akan berakhir dengan kematian dalam waktu sekitar 18 jam.

Penyebab kolera

Bakteri vibrio cholerae biasanya ditemukan pada air kotor atau pasokan air minum yang terkontaminasi dengan pembuangan kotoran. Kolera jarang sekali ditularkan dari orang ke orang. Bakteri ini ini akan masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi olehnya. Bakteri vibrio cholerae sering mengontaminasi:
  • Pasokan air massal
  • Es yang terbuat dari sumber air massal
  • Makanan dan minuman yang diproduksi dengan higiene yang buruk
  • Sayuran yang tumbuh dengan diairi limbah
  • Kerang dan ikan mentah dan makanan laut lainnya yang diperoleh dari perairan yang tercemar limbah.
    Bagaimana bakteri vibrio cholerae mempengaruhi tubuh?

    Bakteri vibrio cholerae umumnya sangat sensitif terhadap keberadaan asam di lambung dan saluran pencernaan. Asam lambung akan membunuh sejumlah kecil bakteri sebelum akhirnya mereka berkembang biak di dalam tubuh. Tapi, ketika bakteri dalam jumlah besar mengeroyok sistem pertahanan alami tubuh, mereka akan tumbuh di usus kecil dan turut keluar melalui kotoran (feces) orang yang terinfeksi. Orang yang terinfeksi kolera ringan atau tidak menunjukkan gejalanya -terutama bagi mereka yang personal higiene-nya buruk- akan menyebarkan infeksi dengan mengontaminasi makanan langung dengan kotoran yang terinfeksi.
    Mencegah kolera

    Langkah terbaik untuk mencegah kolera adalah:
      1. Hanya menggunakan air yang telah dimasak atau bahan kimia yang didesinfeksi untuk:
        • Minum, atau menyiapkan minuman seperti teh atau kopi
        • Menyikat gigi
        • Mencuci wajah dan tangan
        • Mencuci buah-buahan dan sayuran
        • Mencuci peralatan makan
        • Mencuci wadah, kaleng, dan botol-botol yang akan diisi makanan atau minuman.
          2. Menghindari makan atau minum dari sumber yang tidak diketahui. Setiap makan mentah bisa terkontaminasi, termasuk:
            • Buah-buahan dan sayuran
            • Susu dan produk olahan susu yang tidak dipasteurisasi
            • Daging mentah
            • Kerang-kerangan
            • Ikan yang ditangkap dari daerah karang tropis (bukan laut terbuka).
            Vaksin kolera tersedia untuk usia minimal dua tahun, dan telah terbukti aman dan efektif. Menurut WHO, enam bulan setelah vaksin kolera diberikan, tingkat keberhasilan di semua kelompok usia adalah 85%-90%, dan menurun menjadi 62% pada orang dewasa dalam waktu satu tahun.

            Pengobatan kolera

            Untuk keadaan diare yang lebih buruk dari biasanya, lebih baik segera minta pertolongan medis daripada mencoba menanganinya sendiri. Segeralah minta pertolongan medis apabila terjadi diare yang terus menerus atau jika terjadi muntah.

            Pengobatan untuk kolera akan ditentukan berdasarkan:
            • Kesehatan dan sejarah medis pasien
            • Tingkat keparahan
            • Toleransi terhadap obat-obatan, prosedur atau terapi tertentu
            • Keluhan
            • Kemungkinan penyebarannya.
            Pengobatan untuk kolera biasanya melibatkan proses rehidrasi, yaitu dengan:
            • Solusi rehidrasi melalui oral (oralit).
            • Solusi rehidrasi dengan intravena (infus) untuk kasus kolera berat.
             
            Rehidrasi yang direkomendasikan WHO
             
            Kondisi PasienPengobatanPedoman; usia dan berat badan
            Non dehidrasiOralitAnak-anak < 2 tahun: 50 mL-100 mL, hingga 500 mL/hari
            Anak-anak 2-9 tahun: 100 mL-200 mL, hingga 1.000 mL/hari
            Anak-anak > 9 tahun: sebanyak mungkin, hingga 2.000 mL/hari
            Dehidrasi sedangOralit (dalam 4 jam pertama)Bayi < 4 bulan (< 5 kg): 200-400 mL
            Bayi 4 bulan-11 bulan (5 kg-7,9 kg): 400-600 mL
            Anak-anak 1-2 tahun (8 kg-10,9 kg): 600-800 mL
            Anak-anak 2-4 tahun (11 kg-15,9 kg): 800-1.200 mL
            Anak-anak 5-14 tahun (16 kg-29,9 kg): 1.200-2.200 mL
            Pasien > 14 tahun (30 kg atau lebih): 2.200-4.000 mL
            Dehidrasi beratIV drip Ringer Lactate, atau jika tidak tersedia,
            oralit seperti uraian diatas
            Usia < 12 bulan: 30 mL/kg dalam satu jam*, kemudian 70 mL/kg selama 5 jam
            Usia > 1 tahun: 30 mL/kg dalam 30 menit*, kemudian 70 mL/kg selama dua setengah jam
            * Ulangi sekali lagi jika nadi masih sangat lemah atau tidak terdeteksi
            • Pantau terus keadaan pasien selama satu sampai dua jam dan terus lakukan rehidrasi. Jika dengan rehidrasi kondisi tidak membaik, berikan infus. 200 ml/kg atau lebih mungkin akan dibutuhkan dalam 24 jam pertam.
            • Setelah enam jam (bayi) atau tiga jam (pasien yang lebih tua), lakukan observasi penuh. Beralih ke oralit jika rehidrasi berhasil dan pasien dapat minum.
            Pengobatan dengan antiobiotik terkadang juga diterapkan untuk mempercepat durasi penyakit, meskipun bukan dianggap hal utama untuk keberhasilan pengobatan kolera.

            PES

            PES ADALAH

            Penyakit pes adalah penyakit infeksi pada manusia dan hewan yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis. Pes disebut juga penyakit sampar, plague, atau black death.Penyakit ini ditularkan dari hewan pengerat (terutama tikus) melalui perantara kutu (flea). Kutu perantara yang paling sering adalah jenis Xenopsylla cheopsis. Penyakit ini di Indonesia termasuk salah satu penyakit menular dalam Undang-Undang Wabah yang harus dilaporkan kepada Dinas Kesehatan dalam waktu 24 jam pertama sejak diketahui. Pes disebut sebagai black death karena salah satu gejala penyakit ini adalah kehitaman pada ujung-ujung jari dan tingkat kematiannya yang tinggi.

            GEJALA

            Gejala timbul 2 hingga 8 hari setelah gigitan kutu, jarang melebihi 15 hari. Sebagian besar penderita mengalami gejala awal yaitu tidak napsu makan, rasa dingin, berdebar- debar, dan nyeri di daerah selangkangan. Berdasarkan gejala, pes dibagi menjadi beberapa tipe, yaitu pes tipe kelenjar getah bening, pes tipe infeksi luas, dan pes tipe paru.
            Pes tipe kelenjar getah bening (bubonik)
            Pes tipe ini paling sering ditemui (75% dari semua kasus pes). Demam merupakan gejala awal; suhu dapat mencapai 41oC, disertai gejala lain seperti nyeri otot, nyeri sendi, nyeri kepala, dan lemas. Segera setelah gejala awal (umumnya dalam 24 jam), pasien merasakan nyeri dan pembengkakan pada kelenjar getah bening.
            Gejala khas pada tipe ini adalah adanya pembesaran kelenjar getah bening (diameter 2-10 cm) yang bengkak dan merah. Kelenjar getah bening yang paling sering terkena adalah kelenjar di selangkangan karena gigitan kutu lebih sering terjadi di kaki. Pada anak, dapat ditemui pembesaran kelenjar getah bening di ketiak atau leher. Dalam hitungan jam, pembengkakan kelenjar ini akan terasa sangat nyeri sehingga pasien menghindari tekanan atau gerakan di sekitar kelenjar tersebut. Daerah pembengkakan berwarna merah, tegang, dan teraba hangat. Seiring waktu, pembesaran getah bening ini bisa berisi nanah yang mengandung bakteri Y. pestis; nanah ini dapat mengalir ke luar secara spontan. Di sekitar pembengkakan terkadang dapat ditemui bekas gigitan kutu berupa tonjolan merah, luka dalam, atau seperti bisul yang disertai jaringan mati berwarna kehitaman (pes kutaneus).
            Bakteri penyebab pes dapat menghasilkan racun (toksin) yang menyebar ke seluruh tubuh, sehingga jika penderita tidak diobati dengan baik dapat terjadi komplikasi lanjut. Komplikasi ini dapat berupa perdarahan di saluran napas, saluran pencernaan, saluran kencing, dan rongga-rongga tubuh; penurunan kesadaran sampai koma; kejang; kegagalan aliran darah; dan kegagalan organ sampai kematian. Pes bubonik yang sampai ke otak dan menyebabkan radang selaput otak disebut pes meningitis, dengan gejala sakit kepala, kejang, kaku leher, dan koma. Pes tipe bubonik umumnya menyebabkan gejala berat, namun terdapat juga pes bubonik ringan yang disebut pes minor.
            Pes tipe infeksi luas (septikemia)
            Bakteri pada saluran getah bening dapat sampai ke aliran darah dan menyebar ke seluruh tubuh. Pada tipe septikemia, tidak terdapat pembesaran kelenjar getah bening. Gejala timbul dalam waktu sangat singkat, berupa demam, pucat, lemah, bingung, penurunan kesadaran hingga koma. Racun yang dihasilkan oleh bakteri dapat menyebabkan gumpalan darah kecil-kecil di seluruh tubuh sehingga menyebabkan hambatan aliran darah. Tidak adanya aliran darah menyebabkan kematian jaringan (gangrene) yang ditandai dengan warna kehitaman. Gumpalan darah ini menghabiskan bahan-bahan pembeku darah sehingga terjadi perdarahan di berbagai tempat, seperti perdarahan kulit yang tampak seperti bintik-bintik merah keunguan, batuk darah, buang air besar disertai darah, serta muntah darah. Jika tidak diobati, pes tipe ini fatal. Penderita dapat meninggal dunia pada hari pertama sampai ketiga setelah timbulnya demam.
            Pes tipe paru – paru (pneumonik)
            Pada pes tipe ini, bakteri terutama menginfeksi paru. Infeksi pada paru dapat terjadi secara primer akibat penularan dari udara atau titik-titik air liur (droplet) penderita lain, atau secara sekunder dari penyebaran bakteri melalui aliran darah pada tipe bubonik. Gejala tipe ini adalah kelemahan, nyeri kepala, demam, batuk dan sesak napas. Batuk umumnya berdahak cair dan disertai darah. Sejak awal dapat terjadi penurunan kesadaran dan penderita dapat meninggal pada hari keempat sampai kelima setelah gejala pertama timbul jika tidak diobati.

            PENYEBAB

            Pes dapat ditemui di seluruh dunia, terutama di benua Afrika. Sebagian besar penderita pes merupakan penduduk desa, lebih banyak ditemui pada laki – laki, dan dapat terjadi pada semua umur. Pes disebabkan oleh infeksi bakteri Yersinia pestis.
            Bakteri ini pada awalnya menginfeksi kutu. Ketika kutu menggigit tikus, maka tikus tersebut akan terinfeksi bakteri pes. Dengan demikian, jika kutu lain menggigit tikus sakit tersebut, maka kutu tersebut juga akan terinfeksi. Jika kutu – kutu ini menggigit manusia, maka bakteri dalam tubuh kutu akan masuk ke dalam tubuh manusia, mengikuti aliran getah bening dan menyebar melalui sirkulasi darah. Di kelenjar getah bening, bakteri ini menimbulkan reaksi radang berupa bengkak, kemerahan dan nanah. Bakteri ini kemudian menyebar melalaui aliran darah ke organ-organ lain seperti limpa, paru-paru, hati, ginjal dan otak. Ketika sampai paru-paru, bakteri ini dapat menyebabkan radang (pneumonia) dan dapat menularkan penyakit kepada orang lain melalui batuk atau bersin. Bakteri yang dibatukkan dapat bertahan di udara dan dapat terhirup oleh orang lain. Pes tidak hanya dapat menginfeksi tikus, namun juga bisa menginfeksi kucing, anjing, dan tupai.
            Selain melalui gigitan kutu, pes dapat menular dengan berbagai cara lain, yaitu:
            • Kontak titik-titik air liur (droplet) di udara: berupa batuk atau bersin dari penderita pes dengan radang paru.
            • Kontak langsung: berupa sentuhan kulit yang terluka terhadap nanah/luka penderita pes, termasuk kontak seksual.
            • Kontak tidak langsung: sentuhan terhadap tanah atau permukaan yang terkontaminasi bakteri.
            • Udara: hirupan udara yang mengandung bakteri Y. pestis karena bakteri ini dapat bertahan di udara cukup lama.
            • Makanan atau minuman yang tercemar bakteri.
               

            PENGOBATAN

            Pengobatan dilakukan dengan cara terapi. Umumnya diperlukan perawatan inap untuk memulai terapi. Terapi utama adalah dengan pemberian antibiotik. Pemilihan jenis antibiotik bergantung pada gejala klinis penderita. Untuk gejala berat seperti tipe septikemia dan tipe pneumonik, Streptomisinadalah pilihan utama. Obat ini diberikan secara suntik ke dalam otot (intramuskular) selama 5-7 hari. Antibiotik suntik dapat diganti menjadi obat tablet/pil jika terdapat perbaikan gejala. Total lama pengobatan pes adalah 7-10 hari. Untuk gejala ringan, dapat diberikan antibiotik Tetrasiklin. Tetrasiklindiberikan dalam bentuk tablet atau pil (per oral) selama 10-14 hari. Ada juga berbagai alternatif antibiotik lainnya adalah Gentamisin, Kloramfenikol, Doksisiklin, Trimetropim-Sulfametoksazol, danSulfadiazin.
            Penderita yang dicurigai menderita pes pneumonik harus dirawat dalam ruang isolasi sampai minimal 2 hari pemberian antibiotik atau terbukti tidak menderita pes. Petugas kesehatan harus menggunakan masker untuk menghidari penularan melalui udara. Pes yang mengalami komplikasi harus dirawat secara intensif. Pembesaran kelenjar getah bening yang berisi nanah mungkin memerlukan pengeluaran nanah secara bedah.
            Jika tidak diobati, pes menyebabkan kematian pada >50% penderita tipe bubonik dan hampir 100% pada tipe septikemia dan pneumonik. Tingginya angka kematian dipengaruhi juga oleh keterlambatan diagnosis, kesalahan diagnosis, keterlambatan pengobatan, atau ketidaktepatan pengobatan.
            Tindakan pencegahan pes dapat berupa menghindari daerah yang rawan pes; menghindari hewan yang sakit atau mati; menggunakan obat pengusir serangga atau baju pelindung jika berisiko terpapar kutu; serta menggunakan sarung tangan jika harus menangani hewan mati. Tempat tinggal dan makanan hewan pengerat (sampah, makanan hewan) harus dimusnahkan dari sekitar tempat tinggal. Jika seseorang diketahui terpapar oleh kutu atau hewan mati, dapat diberikan pengobatan antibiotik pencegahan selama 5 hari. Vaksinasi pes tersedia dan saat ini digunakan untuk petugas laboratorium yang berisiko terpapar bakteri pes serta orang-orang dengan pekerjaan yang berkaitan dengan binatang pengerat.

            hepatitis

            Penyakit Hepatitis

            Penyakit Hepatitis merupakan penyakit cikal bakal dari kanker hati. Hepatitis dapat merusak fungsi organ hati dan kerja hati sebagai penetral racun dan sistem pencernaan makanan dalam tubuh yang mengurai sari-sari makanan untuk kemudian disebarkan ke seluruh organ tubuh yang sangat penting bagi manusia.
            Hepatitis merupakan penyakit peradangan hati karena berbagai sebab. Penyebab tersebut adalah beberapa jenis virus yang menyerang dan menyebabkan peradangan dan kerusakan pada sel-sel dan fungsi organ hati. Hepatitis memiliki hubungan yang sangat erat dengan penyakit gangguan fungsi hati. Hepatitis banyak digunakan sebagai penyakit yang masuk ke semua jenis penyakit peradangan pada hati (liver). Banyak hal yang menyebabkan hepatitis itu dapat terjadi yang tidak hanya dikarenakan adanya infeksi virus dari suatu sumber tertentu. Penyebab hepatitis juga dapat berasal dari jenis obat-obatan tertentu, jenis makanan tertentu atau bahkan pada hubungan seksual yang salah satu dari pasangan memiliki penyakit hepatitis.
            Penyakit hepatitis dapat menyerang siapa saja tak pandang usia. Hepatitis jugat dapat terjadi pada bayi, anak-anak, orang dewasa dan orang tua. Hepatitis yang juga banyak melanda pada bayi dari usia 0-12 bulan, pada anak-anak diperkirakan terjadi dari mulai usia 2- 15 tahun, orang dewasa 15-20 tahun dan orang tua diatas usia 40 tahun keatas.
            Namun hepatitis yang banyak terjadi dan dialami oleh penduduk Indonesia adalah hepatitis B.
            Gambar : virus dari jenis hepatitis yang kemudian akan merusak fungsi organ hati
            Berikut ini adalah cara penularan virus dari hepatitis B yang banyak terjadi dan dialami khususnya jika terjadi pada anak.
            1. Penularan hepatitis B pada bayi dan anak-anak
            – Jika seorang ibu yang memiliki riwayat penyakit hepatitis ketika dalam mengandung sangat memungkinkan janin atau bayi yang dikandung juga terjangkit jenis hepatitis yang sama, bahkan resiko lebih besar terjadi pada bayi dibanding ibunya.
            – Juga dapat terjadi melalui kontak langsung dengan salah satu anggota keluarga yang menderita hepatitis B.
            2. Pengaruh Infeksi Virus Hepatitis B
            – Virus hepatitis B (VHB) dapat menyebabkan peradangan yang bersifat akut atau kronis merupakan salah satu penyebab awal kanker hati.
            – Jika infeksi yang terjadi pada bayi sebelum bayi berusia kurangd ari 1 tahun memiliki resiko lebih tinggi sekitar 90 % mengidap hepatitis akut atau kronis, namun sebaliknya jika infeksi hepatitis B terjadi pada bayi setelah berusia 2-5 tahun maka resiko dari penyakit hepatitis B akan berkurang sekitar 50 % bahkan apabila infeksi terjadi diatas usia 5 tahun resiko penyakit hepatitis ini hanya 5-10 %.
            – Diperkirakan sekitar 25 % dari anak yang teridentifikasi penyakit hepatitis kronis dapat berlanjut mejadi dan berkembang menjadi sirosis ( kerusakan pada organ hati dan pengerutan hati ) dan atau kanker hati dan pada orang dewasa hanya 15 % yang berkembang menjadi sirosis atau kanker hati.
            Posted in Penyakit Hepatitis | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,, , , , , , ,  | Leave a comment

            Penyakit Hepatitis dan Pencegahannya

            Penyakit Hepatitis dan Pencegahannya – Penyakit hepatitis merupakan salah satu jenis penyakit peradangan yang terjadi di hati atau liver. Peradangan ini diakibatkan karena adanya racun atau toksin yang ada pada liver. Dan penyakit ini bisa menyerang siapa saja, tidak terkecuali oleh mereka dengan sistem daya tahan tubuh yang baik sekalipun. Penyakit hepatitis bisa berdampak menjadi fatal jika tidak mendapatkan penanganan dengan segera. Penyakit hepatitis yang dialami kurang dari 6 bulan disebut dengan penyakit hepatitis akut. Sedangkan untuk yang lebih dari 6 bulan disebut dengan penyakit hepatitis kronis.
            Penyakit Hepatitis dan Pencegahannya
            Penyakit Hepatitis dan Pencegahannya

            Penyakit Hepatitis 

            Jenis dari penyakit hepatitis adalah :

            1. Penyakit hepatitis A
              Penyakit hepatitis yan satu ini biasanya sering terjadi lewat vecal oral. Hal ini diakibatkan karena buruknya dari tingkat kebersihan si pengguna. Yang paling utama adalah di negara berkembang yang sering mengalami penyakit hepatitis. Dan selain itu juga penyebarannya yang terjadi lewat air dan makanan. Penyakit hepatitis a adalah salah satu jenis penyakit yang tidak berbahaya karena tidak aan menyebabkan kematian bagi si penderita.
            2. Penyakit hepatitis B
              Penyakit hepatitis yang satu ini penularannya terjadi tida semudah pada penyakit hepatitis A. Karena penularan yang terjadi adalah lewat darah atau juga produk darah yang sudah terinfeksi oleh si penderita penyakit hepatitis B. Misalnya adalah penularan yang diperantarai jarum suntik yang digunakan secara bersama-sama. Atau bisa juga lewat hubungan seksual. Penyakit hepatitis yang satu ini biasanya terjadi menahun atau kronis dan merupakan salah satu penyakit yang kronis.
            3. Penyakit hepatitis C
              Penyakit ini diakibatkan karena penularannya lewat transfusi darah dan bisa diakibatkan karena jarum suntik digunakan secara bersama-sama.
            4. Penyakit hepatitis D
              Penyakit hepatitis ini adalah rekan dari infeksi virus hepatitis B sehingga virus pada penyakit hepatitis ini mengakibatkan infeksi pada hepatitis B lebih gana ddna berat.
            5. Hepatitis E
              untuk penyakit hepatitis satu ini lebih mirip dengan hepatitis A.
            6. Hepatitis F
              Penyakit hepatitis F adalah salah satu bentuk dari mutasi virus hepatitis B. Dan jika hal ini terjadi maka resiko dari penularannya adalah sama dengan penyakit hepatitis B.
            7. Penyakit hepatitis G
              Penyakit hepatitis F diakibatkan karena virus hepatitis potensial. Penyakit hepatitis G Virus, sudah diidentifikasi dan mungkin menyebar lewat darah dan juga kontak seksual

            Penyakit hepatitis dan pencegahannya yang bisa dilakukan adalah :

            1. Imunisasi
              Penyakit hepatitis dan pencegahannya yang dilakukan dengan imunisasi adalah salah satu cara yang efektif dalam membantu mencegah terjadinya infeksi penyakit hepatitis. Dan setelah mendapatkan imunisasi maka tubuh biasanya akan memproduksi antibodi dalam bentuk zat kekebalan tubuh pada penyakit hepatitis. Penyakit hepatitis dan pencegahannya yang bisa diberikan untuk anak usia 2-18 tahun cukup sekali diberian seumur hidup mereka.
            2. Imunitas sementara
              Penyakit hepatitis dan pencegahannya yang dilakukan dengan imunitas sementara. Cara ini adalah salah satu cara yang efektif bisa diberikan pada seseorang yang melakukan bepergian ke daerah endemik penyakit hepatitis dan juga pada lingkungan dengan sanitasi yang kurang baik. Biasanya antivirus diberikan agar bekerja efektif setelah 2 minggu pemberian.
            3. Memelihara kebersihan diri dengan baik
            4. Penyakit hepatitis dan pencegahannya yang lain adalah dengan tidak meminjam barang orang lain selama kita ragu dengan kondisi kesehatan mereka.
            5. Setia pada pasangan dan tidak melakukan hubungan seksual dengan orang lain
            6. Tidak melakukan donor darah jika Anda menderita penyakit hepatitis
            7. Membersihkan ceceran darah yang ada

            Selain itu, penyakit hepatitis dan pencegahannya yang lain adalah dengan mengonsumsi makanan-makanan dibawah ini yang sangat baik bagi kesehatan :

            1. Sebaiknya hindarilah makanan yang akan menimbulkan gas, makanan seperti ketimun, ubi, singkong, kacang merah, kol, sawi, lobak, nangka, durian dan yang lainnya.
            2. Hindarilah jenis makanan yang sudah diawetkan misalnya adalah seperti sosis, ikan asin, kornet dan lainnya.
            3. Pilihlah jenis makanan dengan kandungan lemak yang tidak terlalu tinggi misalnya adalah daging yang tidak berlemak, ikan segar, dan juga ayam tanpa kulit.
            4. Pilihlah jenis sayuran dengan kandungan serat didalamnya misalnya adalah seperti bayam, wortel, buah bit, labu siam, kacang panjang muda, buncis muda, dan juga kangkung serta lain sebagainya.
            5. Bumbu-bumbu yang tidak terlalu merangsang, misalnya adalah seperti salam, laos, kunyit, bawang merah, bawang putih dan juga ketumbar.
            6. Hindari jenis makanan dengan kandungan lemak seperti daging babi, usus, babat, otak, dan juga sumsum serta santan kental.
            7. Hindarilah penggunaan dari kelapa, minyak kelapa dan juga minyak hewan, margarin, serta mentega
            8. Membatasi asupan makanan seperti daging 3 kali seminggu, Anda bisa makan sering ikan dan ayam tanpa kulit sebagai pengganti dari daging
            9. Menggunakan susu skim sebagai pengganti dari susu penuh
            10. Membatasi asupan dari penggunaan kuning telur hingga 3 butir dalam seminggu.
            11. Menggunakan tahu, tempe, dan juga hasil olahan dari kacang-kacangan yang lainnya.
            12. Membatasi asupan penggunaan gula, makanan, minuman yang manis.
            Itulah informasi mengenai penyakit hepatitis dan pencegahannya. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda semuanya. Terimakasih.

            Penyakit Hepatitis dan Pencegahannya

            Posted in Penyakit Hepatitis | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

            Obat Hepatitis Alami yang Ampuh

            Obat Hepatitis yang Alami – Penyakit hepatitis adalah salah satu jenis penyakit yang ditandai dengan peradangan di dalam hati yang penyebabnya adalah akibat infeksi dan juga karena toksin dan salah satunya adalah alkohol.Penyakit hepatitis virus adalah salah satu jenis infeksi sistemik yang penyebabnya adalah karena virus dan disertai dengan terjadinya nekrosis dan juga inflamasi yang terjadi pada sel-sel hati. Selain itu juga dalam bentuk kumpulan, perubahan klinis, biokimia, dan juga seluler yang bersifat khas. Penyakit hepatitis adalah suatu infeksi virus yang terjadi di hati yang berhubungan erat dengan manifestasi klinis yang mempunyai spektrum luas dan juga infeksi yang terjadi tanpa memunculkan gejala, lewat penyakit hepatitis ikterik, hingga menyebabkan nekrosis hati.
            Obat Hepatitis Alami yang Ampuh
            Obat Hepatitis Alami yang Ampuh

            Penyakit Hepatitis

            Jika peradangan hati atau penyakit hepatitis tidak diatasi dengan segera, maka hal ini akan berdampak terjadinya kematian. Penyakit hepatitis merupakan salah satu bentuk peradangan di jaringan hati. Selain itu, menurut perjalan penyakit yang dialami, penyakit hepatitis dibedakan untuk penyakit hepatitis kronis dan akut. Penyakit hepatitis disebut kronis jika penyakit tersebut masih dialami setelah enam bulan lebih. Dan ada 5 jenis penyakit hepatitis yang diakibatkan karena serangan virus, yakni adalah penyakit hepatitis A, B, C, D, dan E, dan selain itu juga beberapa virus itu saat ini bahkan sudah ada virus A-E yang bisa mengakibatkan terjadinya penyakit hepatitis F serta G.
            Untuk para penderita penyuakit hepatitis yang sudah masuk dalam fase prodmoral biasanya mereka akan mengalami gejala hepatitis seperti badan lemas, cepat lelah, lesu, tidak nafsu makan, mual, mengalami muntah, perasaan tidak enak atau rasa nyeri di perut, dan juga demam, terkadang disertai dengan menggigil, sakit kepala, dan nyeri sendi, serta pegal dibagian pinggang dan bahu dan mengalami penyakit diare. Kadang juga penderita mengalami pilek atau juga batuk namun tidak disertai dengan sakit tenggorokan.
            Jika sudah masuk dalam fase kunik, maka biasanya penderita akan melihat air kencingnya sendiri berwarna kuning pekat mirip teh. Dan selain itu juga bagian putih dari bola mata, selaput lendir pada langit-langit mulut, kulit yang berubah menjadi warna kekuningan. Dan jika terjadi suatu hambatan pada aliran empedu ke dalam usus, maka biasanya tinja akan berwarna seperti dempul.
            Cara mengobati penyakit hepatitis adalah dengan menggunakan Obat Hepatitis yang Alami. Obat Hepatitis yang Alami adalah dengan menggunakan tanaman herbal yang saat ini banyak dilingkungan kita.

            Beberapa Obat Hepatitis yang Alami adalah :

            1. Brotowali
              Ambillah 1 jari batang brotowali, dan 3 gelas air, serta 1 sendok makan madu murni. Kemudian cara membuat ramuan Obat Hepatitis yang Alami adalah potonglah batang brotowali setelah itu direbus dengan 3 gelas air sampai yang tersisa adalah 1 gelas saja. Jika sudah dingin, maka saringlah dan ditambahkan dengan 1 sendok madu murni. Minumlah ramuan ini 2 kali sehari, dan dosisnya adalah masing-masing setengah gelas.
            2. Bugenfil
              Ambillah 9-15 gram bugenfil yang sudah terlebih dahulu dikeringkan, kemudian 3 gelas air, dan 1 sendok makan madu murni. Cara membuatnya adalah dengan membersihkannya terlebih dahulu, setelah itu potonglah batang bugenfil tipis-tipis, dan kemudian dimasukkan ke dalam panci email dan ditambahkan dengan 3 gelas air. Rebuslah sampai air yang tersisa adalah 1 gelas saja. Kemudian jika sudah dingin, saringlah. Minumlah Obat Hepatitis yang Alami ini dengan ditambahkan dengan madu murni. Air saringan diminum paling tidak adalah 2 kali dalam sehari, diminum di pagi dan sore hari dengan masing-masing dosisnya adalah setengah gelas.
            3. Daun pare
              Ambillah segenggam daun pare segar, secangkir air matang, dan juga garam secukupnya saja. Aturan pembuatannya adalah cucilah daun pare terlebih dahulu, kemudian dibilas dengan air matang. Setelah itu tumbuklah daun sampai halus dan ditambahkan dengan 1 cangkir air. Aduklah dengan merata dan ditambahkan sedikit garam. Kemudian saringlah ramuan Obat Hepatitis yang Alami itu minumlah di pagi hari serta diminum sebelum makan. Sebaiknya resep ini tidak diminum oleh ibu hamil karena akan berdampak terjadinya keguguran.
            4. Tomat
              Obat Hepatitis yang Alami dengan menggunakan dua buah tomat yang masak, gula pasir secukupnya saja. Cara membuat Obat Hepatitis yang Alami ini adalah dengan mencuci dan memotong buah tomat. Setelah itu di rebus dengan air secukupnya saja. Jika sudah mendidih, maka lumatkan dan digiling kemudian diperas. Air perasan tadi kemudian ditambahkan dengan gula kemudian diminum dengan dosis 2 kali sehari.
            5. Mengkudu
              Ambillah tiga buah mengkudu matang dan segenggam kulit mengkudu, selembar daun pisang, sepotong kain, cuka secukupnya saja. Aturan pembuatan adalah cucilah buah mengkudu dicuci dan kemudian diparut dan diperas dengan sepotong kain. Air perasan tadi diminum. Dan untuk penggunaan luar, maka ulit mengkudu ditumbuk sampai halus, setelah itu aduklah dengan sedikt cuka. Bungkus ramuan Obat Hepatitis yang Alami tadi dengan daun pisang. Kemudian dipanaskan sebentar diatas api atau juga langsung di kukus. Dan untuk kondisi yang hangat maka tempelkanlah bungkusan tersebut pada daerah perut bagian kanan atas, tempart dimana hati mengalami pembengkakan.

            Obat Hepatitis Alami yang Ampuh

            Posted in Penyakit Hepatitis | Tagged , , ,, , ,  | Leave a comment